Wow Seruu Panen Selada di Kebun Hidroponik

Seperti kita ketahui bersama, semakin lama lahan pertanian semakin berkurang terutama akibat alih guna lahan menjadi pemukiman maupun industri khususnya di Kabupaten Sidoarjo. Hal tersebut tak menyurutkan Pak Syaikur petani sayur hidroponik dalam membudidayakan tanaman. Beliau memilih metode penanaman menggunakan hidroponik karena efisien dalam penggunaan lahan namun tetap memiliki produktivitas yang tinggi.

Lahan yang berlokasi di Desa Watugolong Kecamatan Krian tersebut saat itu sedang ditanami selada hijau, selada merah dan sawi daging yang sudah memasuki usia panen. Kualitas sayur dari hasil hidroponik umumnya lebih baik dibanding tanam konvensional karena tidak menggunakan pestisida sehingga lebih sehat untuk dikonsumsi walaupun harganya cenderung sedikit lebih mahal.

Bagi pembaca yang belum memahami mengenai hidroponik, hidroponik adalah metode penanaman tanaman tanpa menggunakan media tumbuh dari tanah. Pada sistem hidroponik, larutan nutrisi yang diberikan mengandung komposisis garam-garam organik yang berimbang untuk menumbuhkan perakaran dengan kondisi lingkungan perakaran yang ideal.

Hidroponik tentu memiliki kelebihan maupun kekurangan dibandingkan budidaya tanaman secara konvensional (di tanah).

Adapun kelebihan sistem hidroponik :

  • Dapat dilakukan pada lahan atau ruang yang terbatas
  • Penggunaan pupuk/nutrisi tanaman dan air lebih efisien
  • Perawatannya lebih praktis serta gangguan hama dan penyakit lebih terkontrol
  • Tidak membutuhkan banyak tenaga kasar          
  • Budidaya tidak bergantung terhadap musim
  • Tidak ada pencemaran nutrisi yang dilepaskan ke lingkungan  karena dikendalikan dalam sistem
  • Pertumbuhan tanaman lebih cepat dan kualitas hasil lebih baik (bersih dan tidak rusak), harga jual relatif lebih tinggi

Berikut kekurangan sistem hidroponik :

  • Membutuhkan modal yang besar
  • Memerlukan perhatian lebih
  • Diperlukan pengetahuan lebih dalam
  • Bila terkena penyakit, cepat menyebar

Dalam melakukan budidaya tanaman dengan sistem hidroponik yang harus dipersiapkan yaitu air, nutrisi, media dan benih. Sistem dalam bercocok tanam hidroponik ada dua didasarkan pada aliran nutrisi yang digunakan yaitu sistem statis (Non-Circulating Systems) yang merupakan cara berhidroponik paling sederhana dan paling mudah untuk dilakukan dirumah, pada metode ini kandungan oksigen pada air sangat sedikit, dan sistem dinamis (Circulating Systems) karena adanya sirkulasi pada air sehingga penyerapan nutrisi lebih efisien dan kandungan oksigen pada air tetap terjaga.

Selain sistem dinamis pada paralon hidroponik, di kebun tersebut juga ada hidroponik yang terintegrasi dengan kolam atau disebut juga aquaponik sehingga hasil yang didapatkan selain sayur juga ada ikan.

Untuk informasi, di kantor kami, Balai Penyuluhan Pertanian Krian juga memiliki screen house dan kit hidroponik yang biasa digunakan untuk kunjungan lapang ibu-ibu secara perorangan maupun kelompok serta siswa sekolah dalam mempelajari hidroponik mulai dari semai hingga panen. Silahkan jika ada pembaca yang ingin belajar dan menambah pengetahuan mengenai hidroponik untuk mengunjungi kantor kami.

Sumber Pustaka :

Dokumentasi koleksi pribadi

Anonymous. 2016. Basic Hydroponic. Kebun Sayur Surabaya.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *