Tanaman Obat Keladi Tikus dan Manfaatnya dalam Menghambat Pertumbuhan Sel Kanker

Keladi tikus memiliki banyak manfaat terutama untuk penyembuhan kanker dan juga berbagai penyakit lainnya. Kanker adalah sel-sel tubuh yang tumbuh dan berkembang secara tidak semestinya sehingga jumlahnya melebihi normal namun sel-sel tersebut tidak berfungsi secara normal. Dalam dunia kedokteran, terapi yang digunakan untuk mengatasi kanker adalah dengan radioterapi dan kemoterapi. Dengan kecanggihan dunia kedokteran, bahkan dengan metode terapi ini saja masih sulit untuk mengeradikasi kanker secara keseluruhan. Karena sifat sel kanker yang cepat sekali berkembang dan cenderung ganas, apalagi kalau sudah memasuki fase terminal maka akan lebih susah untuk penyembuhannya. Seiring dengan perkembangan dunia kedokteran dikembangkan metode targeted therapy yang diharapkan dapat mengatasi kanker, namun masih perlu dilakukan serangkaian penelitian untuk efektivitasnya. Berdasarkan penelitian laboratorium, ekstrak etanol 50% dari umbi keladi tikus diduga mampu menghambat pertumbuhan sel kanker payudara. Ekstrak etanol umbi keladi diketahui mengandung senyawa flavonoid, terpenoid, tanin, dan sterol yang bersifat antikanker. Selain itu, ada lagi satu penelitian laboratium yang menyebutkan jika keladi tikus diduga dapat menghambat pertumbuhan, pertambahan, atau penyebarluasan sel leukemia. Yang nantinya, hal tersebut akan menyebabkan sel kanker menjadi mati. Namun perlu diingat, jika kedua hasil penelitian di atas masih membutuhkan studi pada manusia dan bukti lebih lanjut guna mendukung efek keladi tikus pada pengobatan penyakit kanker. Keladi tikus memiliki banyak zat di dalam umbi dan  juga daunnya. Namun untuk penyembuhan kanker, keladi tikus banyak dimanfaatkan umbinya dibandingkan dengan daunnya. Rasa daunnya begitu pahit namun khasiatnya sangat ampuh. Keladi tikus juga termasuk dalam tanaman beracun. Diperlukan penanganan  khusus sebelum bisa dikonsumsi, harus sesuai petunjuk dokter maupun herbalis.

Sambil menunggu kepastian pengaruh keladi tikus dalam membasmi kanker, jangan sekali-kali memalingkan diri dari pengobatan medis biasa yang sudah terbukti. Karena, meski teknologi kedokteran sudah semakin canggih, menangani kanker tidak boleh asal. Penanganan kanker harus disesuaikan dengan jenis, stadium (tingkat keparahan) kanker, dan tujuan pengobatannya (apakah untuk menghilangkan tumor atau memperlambat pertumbuhannya.

Operasi

Operasi merupakan langkah pertama yang dilakukan bagi kebanyakan jenis kanker yang padat dan hanya menjangkit satu daerah tubuh. Operasi dapat dilakukan untuk mengangkat tumor pada satu area, meringankan gejala kanker, prosedur ini dilakukan tergantung pada jenis kanker dan tingkat keparahan.

Kemoterapi

Kemoterapi menggunakan obat untuk membunuh sel-sel kanker. Metode pengobatan kanker yang satu ini bekerja dengan menghentikan atau memperlambat pertumbuhan sel kanker yang tumbuh dan menyebar dengan cepat. Kemoterapi bisa digunakan untuk menghilangkan kanker, menghentikan atau memperlambat pertumbuhan kanker, mengurangi kemungkinan kanker kambuh, dan mengecilkan tumor untuk meringankan gejala.

Radiasi

Terapi radiasi atau radioterapi merupakan salah satu metode penanganan kanker. Jika menggunakan terapi radiasi, sel-sel kanker tidak mati dengan segera. Dibutuhkan waktu berhari-hari atau berminggu-minggu setelah pengobatan sebelum sel-sel kanker mulai mati. Terapi yang menggunakan radiasi dosis tinggi dilakukan untuk mengecilkan tumor, membunuh sel-sel kanker, memperlambat pertumbuhan sel-sel kanker, mencegah kanker kambuh, dan mengobati rasa sakit dan masalah lain yang disebabkan oleh tumor.

Terapi hormon

Terapi hormon menggunakan hormon tubuh untuk memperlambat atau menghentikan pertumbuhan kanker. Terapi ini bisa digunakan sendiri atau bersamaan dengan metode pengobatan lainnya. Jika digunakan sendirian, terapi hormon dimaksudkan untuk mengurangi kemungkinan kanker kembali, menghentikan atau memperlambat pertumbuhan kanker, dan mengurangi atau mencegah gejala kanker. Sedangkan jika digunakan dengan perawatan lainnya, terapi hormon dapat membuat ukuran tumor menjadi lebih kecil, terutama sebelum dilakukan prosedur operasi atau terapi radiasi. Penggabungan dengan prosedur lain juga menurunkan risiko kanker kembali dan menghancurkan sel-sel kanker yang kambuh atau menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Nah, perlu diingat jika pengobatan keladi tikus tidak bisa menggantikan pengobatan medis yang sudah terbukti selama bertahun-tahun. Namun, jika Anda ingin melengkapi pengobatan medis dengan pengobatan tradisional lainnya, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Manfaat keladi tikus untuk kanker adalah sebagai berikut :

1. Keladi Tikus Menghambat Dan Menyembuhkan Sel Kanker

Manfaat keladi tikus yang pertama adalah untuk masalah kanker. Pertumbuhan sel kanker bisa disembuhkan dengan umbi dan daun keladi tikus. Untuk bisa mengobati dan mencegah penyebaran sel kanker keladi tikus akan menggunakan zat nya untuk menghambat pertumbuhan sel kanker.

Zat dalam keladi tikus yang bermanfaat untuk penyembuhan kanker

  • Ribosome inacting protein atau RIP. Zat ini bermanfaat dalam mencegah penyebaran sel kanker. Tidak hanya menghambat dan mencegah saja, zat yang dikenal juga dengan ribosome inactivating protein juga memiliki kemampuan dalam menghancurkan sel-sel kanker di dalam tubuh tanpa harus merusak sel-sel normal di dalam tubuh.
  • Antioksidan tinggi juga bermanfaat dalam menghambat pertumbuhan sel kanker. Antioksidan yang dihasilkan adalah antioksidan Bermanfaat utnuk mencegah kerusakan gen pada penderita kanker.
  • Zat kurkumin merupakan senyawa antiinflamasi atau zat anti peradangan. Dalam penyembuhan kanker, zat ini bermanfaat untuk mengaktifkan mediator atau perantara. Mediator itu bisa merangsang penguatan sel dalam sistem imunitas sehingga mereka bersama-sama bisa melawan kanker.

Kanker yang bisa disembuhkan dengan tanaman keladi tikus

Tidak semua kanker cocok diobati menggunakan keladi tikus. Jenis kanker yang cocok diobati menggunakan keladi tikus adalah sebagai berikut ini :

  1. Kanker serviks
  2. Kanker usus besar.
  3. Kanker paru-paru.
  4. Kanker pankreas.
  5. Kanker rektum.
  6. Kanker otak.
  7. Kanker liver.
  8. Kanker otak.
  9. Kanker tulang.
  10. Kanker tenggorokan.
  11. Kanker limpa.
  12. Kanker darah atau leukimia.
  13. Kanker ginjal.
  14. Kanker empedu.

2. Keladi Tikus Bermanfaat Dalam Detoksifikasi

Tubuh sebenarnya bisa secara alami membuang racun di dalam tubuh terutama di dalam usus.  Namun jika di dalam tubuh terdapat kerusakan sel, proses detoksifikasi bisa terganggu. Di dalam tubuh kita terdapat banyak racun yang mengendap. Racun tersebut berasal dari makanan dan minuman yang tidak dapat diuraikan oleh tubuh sehingga racun itu mengendap di dalam tubuh. Terutama sekarang ini limbah dan zat kimia bertebaran dimana-mana, misal polusi udara dan juga pola makan tidak baik.

Zat dalam keladi tikus yang bermanfaat dalam detoksifikasi

Zat di dalam keladi tikus berikut ini bermanfaat untuk membuang racun yang ada di dalam tubuh:

  • Ekstra typhonium flagelliforme dipercaya mampu dalam membantu tubuh melakukan detoksifikasi.
  • Zat alami fraksi etil asetatnya juga akan membantu dalam proses detoksifikasi di dalam tubuh manusia.

3. Keladi Tikus Mengobati Kanker Payudara

Kanker payudara merupakan kanker ganas yang bisa membunuh siapa saja. Posisinya menduduki peringkat nomor dua kanker mematikan di Indonesia setelah kanker serviks. Keladi tikus bisa digunakan untuk herbal penyembuhan kanker payudara.

Zat dalam keladi tikus yang bermanfaat dalam pengobatan kanker payudara

  • Di dalam umbi keladi tikus terdapat ekstra etanol sebanyak 50%. Etanol tersebut bermanfaat untuk mencegah penyebaran sel kanker di payudara.
  • Ekstra typhonium flagelliforme selain bermanfaat dalam detoksifikasi juga bermanfaat untuk mencegah penyebaran sel kanker.

4. Keladi Tikus Bermanfaat Untuk Menangkal Radikal Bebas

Sekarang ini radikal bebas ada dimana-mana. Radikal bebas tidak boleh diremehkan begitu saja sebab dari radikal bebas bisa menyebabkan pertumbuhan sel kanker di dalam tubuh. Radikal bebas berasal dari polusi udara yang tersebar di sekitar kita. Polutan yang dihasilkan pun memiliki bahan kimia yang berbahaya. Jika terserap melalui hidung, polutan tersebut bisa menyebar ke jantung paru-paru dan organ vital lainnya. Dengan mengkonsumsi ramuan yang terbuat dari umbi dan daun keladi tikus, tubuh bisa melindungi dirinya dari radikal bebas disekitarnya.

Zat dalam keladi tikus untuk menangkal radikal bebas

  • Keladi tikus memiliki zat bioaktif yang bermanfaat dalam menangkal radikal bebas.
  • Antioksidan di dalam keladi tikus juga bermanfaat dalam menangkal berbagai radikal bebas disekitar kita.

5. Keladi Tikus Menetralisir Racun Narkoba

Manfaat khasiat keladi tikus dalam netralisir racun narkoba mungkin masih belum banyak diketahui. Racun akibat narkoba sangat fatal jika mengendap di dalam tubuh. Untuk menetralisir racun akibat narkoba diperlukan detoksifikasi berupa pengeluaran racun dari jaringan tubuh. Dengan kandungan zat typhonium flagelliforme dan juga zat alami fraksi etil asetatnya bisa mengeluarkan racun yang diakibatkan oleh narkoba. Racun itu bisa dikeluarkan melalui keringat, urin dan juga feses.

6. Mengobati Bisul Yang Membengkak

Bisul berupa cairan berisi nanah yang sangat mengganggu penampilan dan juga menimbulkan rasa nyeri. Jika ada di pantat dan juga paha penderita akan kesulitan untuk duduk. Bisul berisi kuman, bakteri dan juga virus. Bisul perlu segera diobati atau dikempeskan agar tidak menggangggu aktivitas penderitanya. Tanaman keladi tikus mampu mengobati bisul dengan cepat. Menggunakan tumbukan umbi dan daun keladi tikus yang telah halus, kemudian ditempelkan secara teratur di bisul. Bisul pun akan segera kempes dan hilang.

Zat dalam keladi tikus yang bermanfaat untuk mengobati bisul

  • Zat hepatoprotektor bermanfaat dalam mengatasi bengkak dan juga mengatasi nanah di dalam bisul tersebut.
  • Immunomodulator bermanfaat dalam mengatasi rasa nyeri yang dihasilkan oleh bisul.

7. Keladi Tikus Sebagai Anti Bakteri

Keladi tikus bermanfaat dalam mengatasi bakteri yang menyerang di dalam tubuh. Sifatnya yang sebagai antibiotik bermanfaat dalam menangkal flu, batuk dan masih banyak lagi lainnya.

Zat dalam keladi tikus yang bermanfaat untuk antibiotik

  • Asam laurat bermanfaat untuk menghalau bakteri yang ingin masuk ke dalam tubuh.
  • Asam kaprat bermanfaat untuk membunuh bakteri yang berhasil masuk ke dalam tubuh.

Untuk menjadikan keladi tikus menjadi obat herbal yang ampuh dan mujarab harus dikombinasikan dengan bahan herbal lainnya misalnya kunyit putih, daun sirsak dan masih banyak lagi lainnya. Itulah beberapa hal yang harus diketahui tentang manfaat keladi tikus.

bibit keladi tikus

Ciri-Ciri Tanaman Keladi Tikus

Jangan salah dalam mengidentifikasi tanaman keladi tikus. Banyak tanaman yang ada di dalam muka bumi ini , sehingga diperlukan ketelitian dalam mengidentifikasi. Berikut ini ciri-ciri tanaman keladi tikus yang wajib diketahui :

  • Tanaman keladi tikus memiliki daun tunggal, warnanya hijau dan juga tersusun rapi di roset.
  • Panjang daun sekitar 16-17 cm, daunnya lonjong dan ujungnya meruncing atau tajam.
  • Pangkal daun berbentuk jantung, bertepi rata dan juga permukaan daunnya terlihat mengkilat.
  • Yang menjadi ciri unik tanaman ini adalah memiliki bunga unik mirip dengan ekor tikus. Bunga keladi tikus muncul di roset akar dan juga bertangkai.
  • Panjang bunga keladi tikus 4-8 cm, kelopak bunganya lonjong kekuning-kuningan, atas kelopak berbentuk memanjang sekitar 5-21 cm. Ujung bunganya berbentuk seperti ekor tikus.
  • Menimbulkan rasa gatal jika disentuh menggunakan tangan biasa.

Berikut deskripsi mengenai tanaman Keladi Tikus (Typhonium flagelliforme (Lood) Bl)

  1. Nama tanaman

Tanaman : Typhonium flagelliforme (L.) Bl.

Sinonim : Coleus amboinicus Lour. , Typhonium divaricatum (L.) Decne.

Nama daerah : bira kecil, daun panta susu, ki babi, trenggiling mentik, ileus, kalamoyang.

Nama asing : Rodent tuber (Malaysia), Laoshuyu (China)

  1. Klasifikasi

Divisio : Spermatophyta

Sub divisio : Gymnospermae

Classsis : Dicotyledonae

Ordo : Arales

Familia : Araceae

Genus : Typhonium

Spesies : Typhonium flagelliforme (L.) Bl. (Anonim, 2007)

  1. Morfologi tanaman

Tanaman keladi tikus adalah tanaman sejenis talas setinggi 25 cm hingga 30 cm, termasuk tumbuhan semak, menyukai tempat lembab yang tak terkena sinar matahari langsung. Bentuk daun bulat dengan ujung runcing berbentuk jantung. Berwarna hijau segar. Umbi berbentuk bulat rata sebesar buah pala (Harfia, 2006).

  1. Habitat dan penyebaran

Tumbuh di tempat terbuka pada ketinggian 1000 meter di atas permukaan laut. Terdapat di Malaysia, Korea bagian selatan, dan Indonesia. Di Indonesia penyebarannya terdapat di sepanjang pulau Jawa, sebagian Kalimantan dan Sumatra dan Papua.

  1. Kandungan kimia dan efek farmakologis

Alkaloid, triterpenoid dan lignan (polifenol). Hasil penelitian menunjukkan sifat membunuh/menghambat pertumbuhan sel kanker. Menghilangkan efek buruk kemoterapi serta sebagai antivirus dan anti bakteri. Senyawa baru dilaporkan oleh Lai et al. (2010) yaitu asam oleat, asam linoleat, asam linolenat, campesterol, stigmasterol dan beta-sitosterol. Bagian  tanaman yang digunakan adalah umbi dan seluruh tanaman, daun sampai akar, yang terbaik digunakan segar dalam bentuk jus (sari tanaman) dan langsung diminum setelah diolah.

  1. Penelitian tentang tanaman keladi tikus

Aksi farmakologis dari keladi tikus telah diteliti oleh Zhong et al (2001). Semua ekstrak air, alkohol dan ekstrak ester keladi tikus memiliki efek meredakan batuk, menghilangkan dahak, antiasthmatic, analgesia, anti-peradangan dan obat penenang.

Bagaimana mekanisme keladitikus mengatasi sel kanker? ‘Keladi tikus mampu memblokir perkembangan sel-sel kanker dan tumor,’ kata Wahyu Suprapto, herbalis di Kota Batu, Jawa Timur, dan dosen Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga yang meresepkan keladitikus. Menurut Lina Mardiana keladitikus menghambat pertumbuhan sel kanker sekaligus meningkatkan stamina pasien.

Dr Dyah Iswantini, periset di Pusat Studi Biofarmaka Institut Pertanian Bogor, membuktikan keladitikus sebagai antikanker. Dyah meneliti daya hambat ekstrak air dan etanol keladitikus terhadap aktivitas tirosin kinase. Enzim tirosin kinase mempengaruhi perkembangan sel-sel kanker di tubuh manusia.

Daya hambat ekstrak etanol dan air panas berkonsentrasi 700 ppm melebihi daya hambat genistein-senyawa antikanker. Sedangkan ekstrak keladitikus dengan air demineralisasi menghambat 76,10% enzim tirosin; daya hambat genistein Cuma 12,89%. ‘Adanya daya hambat itu menunjukkan keladitikus berpotensi sebagai antikanker,’ kata Dyah.

Riset itu sejalan dengan penelitian Peni Indrayudha dari Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Ia membuktikan ekstrak natriumklorida daun keladitikus mengandung Ribosom Inactivating Proteins (RIPs). Peni menginkubasikan DNA plasmid (pUC18) dengan sejumlah protein dari ekstrak daun Typhonium flagelliforme pada suhu kamar selama 1 jam.

Ekstrak daun keladitikus terbukti memotong rantai DNA sel kanker sehingga berbentuk menjadi nick circular alias lingkaran semu sebagaimana tampak di bawah sinar ultraviolet. RIPs merupakan protein dengan aktivitas mampu memotong rantai DNA atau RNA sel. Dampaknya pembentukan protein sel pun terhambat sehingga sel kanker gagal berkembang.

Pada pengobatan, RIPs menonaktifkan perkembangan sel kanker dengan cara merontokkan sel kanker tanpa merusak jaringan di sekitarnya. Selain itu RIPs juga memblokir pertumbuhan sel kanker. Ekstrak keladitikus yang mengandung RIPs mampu memotong rantai DNA sel kanker.

Riset lain dilakukan oleh Chee Yan Choo dari Sekolah Farmasi Universitas Sains Malaysia. Chee menguji ekstrak umbi dan daun keladitikus terhadap aktivitas sitotoksik pada sel leukaemia P388. Hasilnya IC50 ekstrak kloroform umbi mencapai 6,0 μg/ml; ekstrak heksan 15,0 μg/ml. Kloroform dan heksan adalah pelarut yang digunakan untuk memperoleh senyawa aktif dalam sediaan herbal. Sedangkan IC50 ekstrak kloroform daun 8,0 μg/ml; IC50 ekstrak heksan daun 65,0 μg/ml.

IC50 (IC=inhibition consentration) adalah konsentrasi yang mampu menghambat 50% sel kanker. Semakin kecil angka IC50 kian bagus karena berarti dosis yang digunakan kian kecil. Pada riset itu, untuk menghambat 50% sel kanker, cuma diperlukan 6,0 μg/ml ekstrak kloroform umbi keladitikus.

‘Keladitikus mengandung Ribosom Inactivating Proteins (RIPs). RIPs merontokkan sel kanker tanpa merusak jaringan di sekitarnya,’ kata Peni Indrayudha.

Pembuktian lainnya dilakukan oleh Choo Sheen Lai dari Pusat Penelitian Obat Universitas Sains Malaysia. Ia menemukan senyawa antikanker dalam keladitikus bernama fitol. Mekanisme fitol melawan sel kanker dengan cara apoptosis. Sel kanker terlampau ‘sakti’ sehingga tak pernah mati. Nah, fitol memberikan pisau tajam kepada sel kanker. Yang terjadi kemudian, sel kanker bunuh diri. Ketika itulah pasien sembuh.

Cara Membuat Racikan Obat Kanker Herbal dari Keladi Tikus

Bahan yang Diperlukan

– Air bersih ( Seperti air untuk kebutuhan sehari-hari: Mandi, Mencuci, dll
– Daun Keladi Tikus
– Umbi Keladi Tikus
– Akar Keladi Tikus

Alat yang Diperlukan

– Lumpang
– Saringan Santan
– Wadah yang Steril

Cara Pembuatan Obat Herbal Untuk Mengatasi Kanker dari Daun Keladi Tikus

  1. Persiapan pembuatan obat herbal untuk mengatasi kanker dari daun keladi tikus
  • Cuci bersih bahan-bahan dan yang sudah kita siapkan sebelumnya, seperti daun keladi tikus, umbi keladi tikus, dan akar keladi tikus.
  • Cuci bersih alat-alat yang akan kita gunakan, seperti lumpang, saringan, dan juga wadah steril yang akan kita gunakan.
  • Masukan daun keladi tikus, umbi keladi tikus, akar keladi tikus, kedalam lumpang yang telah kita siapkan sebelumnya\
  • Beri air secukupnya berbarengan daun keladi tikus, umbi keladi tikus, akar keladi tikus, kedalam lumpang yang telah kita siapkan sebelumnya
  • Tumbuk bahan-bahan yang sudah kita masukan kedalam lumpang tadi hingga benar-benar lumat.
  • Ambil hasil tumbukan dari bahan-bahan tadi, kemudian peras. Kumpulkan hasil air perasan kedalam wadah steril yang sudah kita siapkan
  1. Aturan Konsumsi Obat Kanker Herbal dari Keladi Tikus
  • Cara pengkonsumsian obat herbal dari daun keladi tikus yang sudah kita buat adalah dengan meminumnya secara langsung.
  • Aturan minum untuk obat herbal dari daun keladi tikus yang sudah kita buat adalah:
  • Dosis pengobatan: 3 kali sehari @ 50 Gram obat herbal dari daun keladi tikus

Cara Mengolah Keladi Tikus Untuk Kanker Payudara

Cara mengolah keladi tikus untuk kanker payudara yang pertama adalah dengan cara merebusnya yakni :

  • Sediakan daun keladi tikus 3-5 helai
  • Cuci hingga bersih dengan air mengalir
  • Rebus dalam air mendidih hingga daun layu dan berubah warna
  • Konsumsi selagi hangat agar khasiat yang didapat maksimal

Selanjutnya anda bisa mengolah umbi dan daunnya untuk mengobati penyakit kanker payudara yang anda derita, adapun bahan-bahan yang perlu disediakan adalah 3 batang keladi tikus yang masih utuh ( ada daun dan umbinya ).

Cara mengolah keladi tikus untuk kanker payudara menggunakan keladi tikus adalah sebagai berikut, silahkan disimak :

  • Ambil umbi keladi tikus kupas kulitnya lalu rendam selama 30 menit
  • Tumbuk umbi dan daun keladi tikus hingga halus
  • Taruh hasil tumbukan kedalam wadah non-logam
  • Tambahkan 4 hingga 5 sendok air matang
  • Peras menggunakan kain dan ambil air sari keladi tikus tersebut
  • Konsumsi air perasan tersebut

Anda bisa menambahkan madu agar rasanya lebih enak, konsumsi secara rutin 3 kali sehari setelah makan. Ramun tersebut hanya untuk sekali minum, jadi setiap kali anda ingin mengkonsumsinya maka anda sebaiknya membuatnya kembali. Dan yang perlu diperhatikan adalah pada saat anda sedang mengkonsumsi ramuan keladi tikus maka tidak disarankan untuk mengkonsumsi alkohol, tape, rokok, sawi hijau, nanas, tauge, durian, nangka dan makanan yang mengandung MSG. Wanita yang tengah hamil juga tidak disarankan untuk mengkonsumsi ramuan obat keladi tikus ini.

DAFTAR PUSTAKA

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *