Reunian Teman Lama sambil Menikmati Cantiknya TOGA Sari Bunga Dinas Kesehatan Sidoarjo

Senin sore saya janjian bertemu dengan seseorang yang merupakan teman sekamar semasa Diklat Prajab tahun 2014 yang sekarang bertugas di Dinas Kesehatan Kab. Sidoarjo, Mbak Ria. Alhamdulillah kita bisa silaturahim ya Mbaaakk :).

Saya dari Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Sidoarjo, penyuluh pertanian di BPP Krian. Ada keperluan apa ya kami bertemu? Jadi, Dinas Kesehatan sedang membutuhkan bibit tanaman untuk mengisi kit hidroponik di Taman Obat mereka dan saya memiliki petani hidroponik di wilayah binaan Kecamatan Krian sehingga kami memasarkan bibit hidroponik petani melalui transaksi jual beli. Ini merupakan kerja sama lintas sektor antara Dinas Kesehatan dan Dinas Pertanian dalam penyediaan bibit tanaman karena Dinkes tidak hanya mengenai penanganan kesehatan di Puskesmas maupun Rumah Sakit namun juga menangani pengobatan tradisional sebagai bentuk warisan leluhur melalui tanaman-tanaman berkhasiat obat yang dicontohkan dengan pengadaan Taman Obat Keluarga Sari Bunga. Ketika sampai, TOGA Sari Bunga memiliki penampakan yang menarik karena menggunakan pot vertikultur yang warna warni dengan koleksi tanaman obat yang cukup banyak.

Saat ini Dinkes sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi penilaian lomba Asuhan Mandiri (ASMAN) TOGA tingkat Provinsi Jawa Timur. Penilaian lomba dimulai tingkat kelompok Asman di Desa Jemundo Kecamatan Taman, Tingkat Desa hingga TOGA Dinkes Kabupaten juga dilakukan penilaian. Adapun jenis tanaman yang ada di TOGA Sari Bunga diantaranya lidah buaya, nanas kerang, binahong hijau, binahong merah, keladi tikus, sambiloto, sirih merah, meniran kitolod, kelor, kumis kucing, pacar air, cabai, pegagan empon-empon serta ada sayuran maupun buah. Untuk kit hidroponik terdapat sistem hidroponik statis dan dinamis. Sistem statis mengguakan baki dan penutup impraboard tanpa adanya pompa untuk sirkulasi air ditanami sawi daging sebaliknya untuk kit hidroponik sistem dinamis menggunakan pompa air sehingga aliran air tersirkulasi dengan baik ditanami selada.

Dalam TOGA tersebut tanaman ditanam langsung di tanah, ditata sehingga memiliki nilai estetika dan ada juga yang ditanam dengan pot dan disusun di rak-rak. Diharapkan masyarakat memiliki Taman Obat Keluarga sendiri dengan memanfaatkan pekarangan rumah masing-masing. Taman Obat juga dapat dibuat secara areal atau kawasan mulai lingkup RT karena selain memiliki khasiat dapat dimanfaatkan untuk pengobatan juga sebagai penambah keindahan dan penghijauan lingkungan.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *