Mari Memanfaatkan Limbah Untuk Membuat Mikro Organisme Lokal

Limbah atau sampah merupakan sisa buangan kita sehari-hari baik organik maupun non organik. Limbah tersebut hampir jarang kita manfaatkan kembali. Kegiatan reuse, reduce dan recycle yang menjadi salah satu solusi pengelolaan sampah kurang begitu diterapkan di kalangan masyarakat, padahal permasalahan sampah begitu kompleks dan di balik itu terdapat potensi yang dapat kita ambil untuk membuat sesuatu yang bermanfaat misalnya sampah plastik dibuat kerajinan tangan, sampah organik dibuat kompos, dsb. Dalam membuat kompos diperlukan dekomposer yang biasa dibeli di toko pertanian, namun kita dapat membuatnya sendiri dengan bahan-bahan yang ada di sekitar kita. Dekomposer tersebut dinamakan Mikro Organisme Lokal.

Mikroorganisme lokal (MOL) adalah mikroorganisme yang dimanfaatkan sebagai starter dalam pembuatan pupuk organik padat maupun cair. Bahan utama MOL terdiri dari tiga komponen utama yaitu karbohidrat, glukosa, dan sumber mikroorganisme. Karbohidrat sebagai sumber nutrisi untuk mikroorganisme diperoleh dari limbah organik seperti air cucian beras, singkong, gandum, dedak/bekatul rumput gajah dan daun gamal. Sumber glukosa berasal dari cairan gula merah, gula pasir, molasses dan air kelapa, serta sumber mikroorganisme berasal dari kulit buah yang sudah busuk, terasi, keong, nasi basi, rebung bambu, bonggol pisang, urin sapi dan urin kelinci. Biasanya dalam 1 MOL tidak hanya mengandung 1 jenis mikroorganisme tetapi beberapa mikroorganisme diantaranya Rhizobium sp, Azospirillium sp, Azotobacter sp, Pseudomonas sp, Bacillus sp dan bakteri pelarut phospat.

Cara Pembuatan MOL dari rebung bambu:

  • Rebung bambu ditumbuk halus atau diiris-iris
  • Kemudian masukan kedalam ember/tong plastik
  • Campurkan dengan buah maja yang sudah dihaluskan
  • Tambahkan gula merah yang telah dihaluskan dan aduk sampai rata
  • Rendam dengan air cucian beras sebanyak 5 liter
  • Tutup rapat ember/tong dengan plastik, dan berikan selang plastik yang disambungkan dengan air

Cara Penggunaan MOL:

  1. Sebagai bahan pengomposan pupuk

MOL dapat digunakan sebagai dekomposer dengan konsentrasi 1:5 (artinya 1 liter cairan MOL dicampur dengan 5 liter air tawar), tambahkan gula merah 1 ons dan aduk hingga rata, siramkan pada saat proses pembuatan kompos

2. Pengunaan pada tanaman

Penyemrotan dilakukan pada pagi/sore hari dengan konsentrasi 400 cc cairan dicampur dengan 14 liter air tawar pada umur 10, 20, 30 dan 40 hari setelah tanam. MOL tersebut berfungsi sebagai zat perangsang pertumbuhan pada fase vegetatif

Cara Pembuatan MOL dari  Nasi Basi :
Bahan yang digunakan adalah sebagai berikut :

  1. Nasi basi, secukupnya
  2. Air
  3. Gula pasir, 5 sendok makan

Cara Membuat :
a. Kepal-kepal nasi basi sebesar bola pingpong
b. Letakkan bola-bola nasi tersebut di dalam kardus, lalu tutup dengan dedaunan (misalnya daun pisang yang membusuk.  Dalam jangka waktu 3 hari, akan tumbuh jamur-jamur berwarna kuning, jingga dan merah

Cara  Penggunaan :

a. Campurkan MOL nasi basi yang telah jadi dan air dengan komposisi 1 : 5 liter, kemudian tambahkan gula 1 ons.  Siramkan pada bahan organik (bahan baku kompos) yang akan dikomposkan
b. Penggunaan sebagai pupuk hayati : semprotkan pada tananam dengan konsentrasi larutan 400 cc dicampur air tawar sebanyak 14 liter.

Keunggulan utama penggunaan MOL adalah murah bahkan tanpa biaya,   selain itu ada beberapa keuntungan  :

  1. Mendukung pertanian ramah lingkungan
  2. Dapat mengatasi permasalahan pencemaran limbah pertanian dan limbah rumah tangga
  3. Pembuatan serta aplikasinya mudah dilakukan
  4. Mengandung unsur kompleks dan mikroba yang bermanfaat dalam produk pupuk dan dekomposer organik yang dihasilkan.
  5. Memperkaya keanekaragaman biota tanah
  6. Memperbaiki kualitas tanah dan tanaman

MOL yang telah kita buat dapat diaplikasikan untuk tanaman di pekarangan kita, sehingga bisa menghemat pengeluaran untuk pupuk. Tanaman di pekarangan bisa berupa tanaman obat, sayur maupun buah.

Larutan MOL dapat berfungsi sebagai dekomposer, pupuk hayati dan sebagai pestisida organik yang ramah lingkungan. MOL juga bermanfaat sebagai salah satu cara untuk mengatasi pencemaran lingkungan oleh limbah pertanian dan rumah tangga, memperbaiki kualitas tanah dan tanaman, memperkaya biota tanah dan menghasilkan produk yang aman dan sehat untuk mendukung pertanian organik. Pemanfaatan MOL merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kemandirian petani  karena dalam pembuatan dan pengaplikasiannya murah dan mudah dilaksanakan oleh petani dengan memanfaatkan sumberdaya yang ada disekitarnya.

Sumber :

Herniwati dan Ir. Basir Nappu, MS. 2011. Peran dan pemanfaatan mikroorganisme lokal (MOL) mendukung pertanian organik. Buletin Nomor 5 Thun 2011 BPTP Sulawesi Selatan

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *